nama : ali marsanto
kabupaten : karanganyar
alamat : jantiharjo rt 04 rw xiv karanganyar
Lirik lagu The Changcuters – I Love U, Bibeh
Biar kata nenek sihir
Bagiku kau Britney Spears
oh,oh.. i love u baby
Biar kata mirip buaya
Bagiku Luna Maya
Oh,oh.. i love u baby
aku cinta kepadamu…
Sayang ini hanya untukmu
Biar kata kau musibah
Bagiku kau anugerah
Oh,oh.. i love u baby
Biar orang berkata apa
Bagiku kau segalanya
Oh,oh.. i love baby
aku cinta kepadamu…
Sayang ini hanya untukmu
I Love u Baby
I Love u Baby
I Love u Baby
I Love u Baby
aku cinta kepadamu…
Sayang ini hanya untukmu
aku cinta kepadamu…
Sayang ini hanya untukmu
kenangan bersamamu Puisi cinta dari pel@ngi
hari demi hari ku lalui
seiring bergulirnya waktu
setiap hari ku lihat senyummu
kau buai aku dengan kasihmu
aku yang terlena
dalam hangatnya pelukanmu
dalam lembutnya belaianmu
dalam mesranya kecupanmu
aku merasakan kedamaian
ketika ku berada di pangkuanmu
tapi aku tak tahu
apakah semua ini semu ?
aku hanya berharap
kenanganku bersamamu
tak hilang di telan waktu
aku ingin selalu bersamamu
Modul 1,5
Teknologi
Informasi2: Jaringan dan Manajemen Data
Modul 1,5: Teknologi Informasi 2
Bagian 3: Jaringan
Latar Belakang Bisnis
Jaringan adalah kumpulan dari node (titik) yang saling berhubungan dan berkomunikasi melalui
media tetap atau nirkabel. Jaringan memiliki peran penting didalam penyampaian informasi baik di
dalam maupun keluar organisasi (publik). Perannya di dalam perusahaan, bisa dibagi sebagai berikut:
Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi serta Pengambilan Keputusan
Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi, maka perusahaan perlu mengambil keputusan dari
beberapa faktor kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh tipe jaringan. Faktor-faktor tersebut
antara lain adalah:
1. Kecepatan
Semakin cepat suatu jaringan, maka informasi yang dapat dipindahkan juga semakin tepat
waktu sehingga keputusan yang dapat diambil oleh perusahaan mempunyai tingkat
relevansi dan reliabilitas yang tinggi.
2. Fleksibilitas
Semakin fleksibel suatu jaringan, maka semakin mudah pengaturannya sehingga
memungkinkan pemakai untuk dapat mengakses jaringan dimanapun dia berada.
Fleksibilitas biasanya berbanding terbalik dengan tingkat keamanan.
3. Biaya
Jaringan yang dipakai oleh perusahaan diharapkan mempunyai kecepatan yang memadai dengan
biaya yang masuk akal, dan mempunyai fleksibiltas yang cukup dengan tingkat keamanan yang
feasible. Untuk itu perusahaan mempunyai pilihan alternatif beberapa tipe jaringan:
1. Jaringan Kabel
Jaringan kabel akan menurunkan nilai fleksibilitas yang dimiliki jaringan tersebut, karena
keberadaan jaringan akan bergantung kepada keberadaan dari kabel fisik.
a. Kabel Copper (Telpon)
Kabel ini merupakan kabel telpon biasa yang pada umumnya dipakai untuk dial-up
menggunakan modem atau modem DSL. Instalasi kabel ini biayanya cukup murah
namun memiliki masalah “the last mile ”.Semakin jauh dari protocolnya, maka
kecepatan yang ada akan semakin menurun.
b. Kabel Coaxial
Kabel ini adalah kabel yang biasanya dipakai untuk koneksi cable, baik untuk cable
TV maupun untuk cable modem. Instalasi kabel ini cukup mahal, dapat melaui
bawah tanah atau menggunakan tiang untuk jaringan fisiknya. Kabel ini tidak
memiliki masalah “the last mile ”
c. Kabel Fibre-Optic
Kabel ini merupakan kabel yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data
dengan kecepatan cahaya, sehingga banyak digunakan sebagai jaringan backbone
suatu negara. Investasinya paling mahal diantara jaringan kabel lainnya.
2. Jaringan Nirkabel (Wireless)
Jaringan nirkabel akan meningkatkan fleksibilitas namun menurunkan tingkat keamanan,
reliabilitas serta kecepatan yang dapat dicapai jika dibandingkan dengan jaringan kabel.
Meskipun demikian, jaringan nirkabel berkembang sedemikian rupa untuk meningkatkan
kecepatan (4G, HSDPA) dan keamanannya (WEP – Wireless Equivalent Privacy & WPA – Wi-Fi
Protected Access). Jaringan nirkabel, berdasarkan teknologinya dibagi menjadi:
a. Teknologi 802.11 (2.4 GHz)
i. Bluetooth Bluetooth merupakan solusi untuk jaringan terbatas, baik dari sisi kecepatan dan
area cakupannya. Biasa dipakai untuk menghubungkan perangkat-perangkat dalam
satu area kecil (satu ruangan).
ii. Wi-Fi (Wireless fidelity)
Wi-Fi mempunyai kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan bluetooth dan area
cakupan yang luas. Area cakupan (hotspots) bisa diperluas menggunakan access
points. Kelemahan dari Wi-Fi selain kecepatan dan keamanan, termasuk banyaknya
interfensi sinyal 2.4 GHz yang ada di publik.
b. Teknologi GSM
i. UMTS/WCDMA/FOMA (3G)
Penggunaan jaringan GSM dengan kecepatan transmisi data mobile maksimum 384
kbps downlink.
ii. HSDPA
Penggunaan jaringan GSM dengan kecepatan transmisi data mobile maksimum 14.4
mbps downlink dan 768 kbps uplink. Perkembangan HSDPA generasi ketiga, yaitu
HSOPA (Super 3G) mempunyai kecepatan downlink 200 mbps dan uplink 100 mbps.
c. Hybrid
Wi-Max / Wi-Bro merupakan gabungan antara teknologi DMA (Division Multiple
Access) dengan menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output) untuk
pencapaian area cakupan yang lebih luas daripada Wi-Fi biasa.
Dari beberapa tipe jaringan yang ada, dapat kita simpulkan bahwa perusahaan memiliki beberapa
alternatif untuk mencapai kondisi efektif dan efisien. Hal ini akan sangat bergantung kepada
kebutuhan dari perusahaan tersebut. Rangkuman dari tipe jaringan untuk peningkatan efektifitas
dan efisiensi perusahaan dapat dilihat pada diagram sebagai berikut:
Pendukung Strategi & Tujuan Perusahaan
Untuk mendukung strategi dan tujuan perusahaan, maka perusahaan dapat memilih tipe-tipe
jaringan sesuai dengan kebutuhannya. Pada bahasan ini, tipe jaringan akan dibedakan berdasarkan
skalanya, sesuai dengan skala dan kompleksitas dari perusahaan:
Kecepatan
Fleksibilitas
1. Personal Area Network (PAN)
PAN adalah jaringan dengan cakupan sangat sempit biasanya hanya untuk satu orang saja,
menghubungkan perangkat-perangkat komputer yang berada disekitar orang tersebut.
Misalnya, jaringan antara PC, Laptop, PDA, printer, scanner milik seseorang. Jaringan
tersebut bisa dalam bentuk kabel maupun nirkabel, misalnya PAN dengan bluetooth atau
biasa disebut sebagai piconet.
2. Local Area Network (LAN)
LAN adalah jaringan dengan lingkup suatu area, dapat berupa kantor, rumah maupun
sebuah bangunan. Karena pemakaian bandwidth yang spesifik untuk area tertentu, LAN
merupakan jaringan yang memiliki akses tercepat untuk dipakai perusahaan, hingga 10 gbps.
LAN biasanya menggunakan teknologi berbasis Ethernet.
Bagan 1: Aplikasi LAN dalam sebuah perusahaan
3. Campus/Metropolitan Area Network (CAN/MAN)
CAN/MAN seperti namanya, merupakan jaringan yang menghubungkan sebuah kompleks
kampus/kompleks militer dan membangun hubungan komunikasi dalam satu kota.
Termasuk jaringan yang dipakai untuk mengatur sistem tata kota, sistem lalu lintas, sistem
keamanan kota, dan lain-lain. Perusahaan biasanya menggunakan CAN untuk membentuk
jaringan misalnya pada kompleks pabriknya atau situs penambangan.
4. Wide Area Network (WAN)
WAN merupakan jaringan dengan area cakupan lebih luas lagi, yakni koneksi jaringan antar
negara, biasanya didukung dengan teknologi jaringan kabel fibre-optic agar mampu
membawa bandwidth yang sangat besar. Jaringan fisiknya biasanya dilewatkan melalui
bawah laut antar negara. Jaringan wireless biasanya didukung oleh teknologi berbasis satelit.
Kecuali perusahaan telekomunikasi, sangat jarang perusahaan-perusahaan menggunakan
jaringan ini untuk kepentingan bisnisnya.
Bagan 2: WAN
Selain berdasarkan skala sesuai kebutuhan strategi perusahaan, perusahaan juga perlu
mempertimbangkan proses bisnis yang terjadi di dalam perusahaan dan hubungannya dengan
perusahaan partnernya yang bertindak sebagai intermediari, konsumen ataupun supplier. Dalam hal
ini, perusahaan perlu mengetahui tipe-tipe jaringan berdasarkan pemakaiannya untuk proses bisnis,
yakni berbasis jaringan yang terhubung dengan jaringan lainnya menggunakan internet protocol (IP)
atau biasa disebut internetworking atau internet:
1. Intranet
Intranet adalah jaringan berbasis teknologi internet didalam sebuah organisasi biasanya
dipakai untuk jaringan komunikasi antara perusahaan dengan karyawannya.
2. Ekstranet
Ekstranet biasanya dipakai oleh organisasi sebagai jaringan untuk menghubungkan jaringan
yang ada dalam organisasi dengan jaringan yang ada pada organisasi lain (partner bisnis).
3. Internet dan VPN
Internet pada umumnya dipakai organisasi sebagai media pendukung proses bisnisnya,
dalam rangka meraih pasar yang lebih luas atau menyediakan produk-produk berinovasi (e-commerce).
Jika dilihat dari proses bisnis perusahaan, internet dipakai sebagai jaringan
untuk mengakses proses bisnis internal perusahaan, atau biasa disebut Virtual Private
Network (VPN). Banyak perusahaan beralih ke VPN untuk jaringannya karena:
a. Menggunakan fasilitas berbagi (shared) sehingga bisa lebih murah (mengurangi CAPEX)
b. Menghubungkan kantor-kantor cabang yang tersebar tidak merata
c. Keamanan yang cukup dan QOS (Quality of Service) untuk aplikasi tertentu
d. Solusi outsource (fasilitas dan jasa) dapat mengurangi OPEX
Pendukung Strategi & Tujuan Perusahaan
Perusahaan memiliki tantangan utama dalam menentukan model manajemen data apa yang perlu
dipakai oleh perusahaan. Faktor utama yang menjadi pertimbangan perusahaan adalah kompleksitas
proses bisnis serta besar dari perusahaan tersebut. Kedua faktor tersebut biasanya sebanding,
semakin besar perusahaan, semakin kompleks proses bisnisnya. Berdasarkan pertimbangan kedua
faktor tersebut, tentu saja sedikit mengesampingkan faktor biaya, maka perusahaan memiliki dua
pilihan model:
1. Manajemen Data Tradisional (Sistem Arsip)
Sistem arsip ini membagi data ke dalam arsip-arsip yang terpisah, bisa berdasarkan fungsi
ataupun divisi dari penanggung jawab masing-masing arsip.
Kelebihan:
a. Mudah diimplementasikan dan mudah pemakaiannya
b. Efektif untuk perusahaan skala kecil
c. Recovery yang bagus
Kelemahan:
a. Redundansi data
b. Ketidakkonsistenan data
c. Sulit pemeliharaannya (pemuktahiran)
2. Database
Database, dalam bahasan kali ini akan difokuskan kepada database relasional, dimana
penggunaan database relasional akan menghubungkan file-file yang ada di dalam satu
organisasi menjadi satu kesatuan utuh sehingga informasi dapat disajikan lebih terbuka.
Kelebihan:
a. Mengurangi redundansi dan ketidakkonsistenan data
b. Bisa melakukan data mining (digging) dengan bantuan query
c. Mengintegrasikan semua informasi dalam perusahaan
Kekurangan:
a. Sangat kompleks sehingga sulit penggunaan serta pendesainannya
b. Mudah terancam
c. Weakest link problem

